Ada definisi klasik yang mengatakan bahwa kepemimpinan adalah sebuah proses yang olehnya seseorang mempengaruhi orang lain untuk memenuhi sesuatu yang obyektif dan mengatur organisasi sehingga membuatnya lebih kohesif dan koheren. Para pemimpin dalam proses ini mengaplikasikan atribut-atribut kepemimpinanya, seperti kepercayaan, nilai, etika, karakter, pengetahuan, dan keterampilan. Definisi klasik itu menggaris-bawahi bahwa menjadi seorang pemimpin yang baik bukanlah faktor hereditas atau bakat. Jika memiliki hasrat dan keinginan yang kuat, siapa pun bisa menjadi pemimpin yang efektif. tapi pemimpin yang baik berkembang melalui sebuah proses belajar dan pengalaman.
Perspektif lama dan awam mengartikan pemimpin sebagai yang terdepan, terkemuka, berkedudukan, memiliki nilai paling baik, didukung oleh suara terbanyak dan menduduki rangking pertama dalam persaingan. Tetapi dalam perspektif yang baru menurut Peter Urs Bender, kepemimpinan berkaitan dengan beberapa elemen utama, yakni: manusia sebagai individu, manajemen diri, motivasi internal, tekad kesempurnaan dan penerimaan kelemahan diri, perubahan, kepercayaan diri, perkembangan, energi, pengalaman positif, hasil, dan pengharapan.
Pemimpin berjuang keras mengikuti jalan proses menuju kepemimpinan sejati yang andal, bahwa pemimpin yang terlahir dari jalan proses yang panjang akan memiliki kekuatan dalam bentuk kedewasaan pikiran dan perasaan yang hebat. Dia selalu menjadi pribadi pembelajar yang setia dengan pikiran, perasaan, dan tindakan positif.
Pemimpin yang hebat tidak akan duduk tenang sambil memerintah melalui kekuatan hierarki jabatan, tapi dia memimpin dengan sikap yang tegas, lugas, dan jelas. Lalu, melalui kekuatan pikiran positif menggerakkan kekuatan orang lain melalui sistem dan kultur yang memberi ruang kebebasan, untuk bertindak dalam batas – batas tanggung jawab yang telah disepakati bersama.
pemimpin yang baik yang diciptakan oleh sistem melalui proses yang panjang.
Pemimpin berjuang keras mengikuti jalan proses menuju kepemimpinan sejati yang andal, bahwa pemimpin yang terlahir dari jalan proses yang panjang akan memiliki kekuatan dalam bentuk kedewasaan pikiran dan perasaan yang hebat. Dia selalu menjadi pribadi pembelajar yang setia dengan pikiran, perasaan, dan tindakan positif.
Pemimpin yang hebat tidak akan duduk tenang sambil memerintah melalui kekuatan hierarki jabatan, tapi dia memimpin dengan sikap yang tegas, lugas, dan jelas. Lalu, melalui kekuatan pikiran positif menggerakkan kekuatan orang lain melalui sistem dan kultur yang memberi ruang kebebasan, untuk bertindak dalam batas – batas tanggung jawab yang telah disepakati bersama.
pemimpin yang baik yang diciptakan oleh sistem melalui proses yang panjang.]
Perspektif lama dan awam mengartikan pemimpin sebagai yang terdepan, terkemuka, berkedudukan, memiliki nilai paling baik, didukung oleh suara terbanyak dan menduduki rangking pertama dalam persaingan. Tetapi dalam perspektif yang baru menurut Peter Urs Bender, kepemimpinan berkaitan dengan beberapa elemen utama, yakni: manusia sebagai individu, manajemen diri, motivasi internal, tekad kesempurnaan dan penerimaan kelemahan diri, perubahan, kepercayaan diri, perkembangan, energi, pengalaman positif, hasil, dan pengharapan.
Pemimpin berjuang keras mengikuti jalan proses menuju kepemimpinan sejati yang andal, bahwa pemimpin yang terlahir dari jalan proses yang panjang akan memiliki kekuatan dalam bentuk kedewasaan pikiran dan perasaan yang hebat. Dia selalu menjadi pribadi pembelajar yang setia dengan pikiran, perasaan, dan tindakan positif.
Pemimpin yang hebat tidak akan duduk tenang sambil memerintah melalui kekuatan hierarki jabatan, tapi dia memimpin dengan sikap yang tegas, lugas, dan jelas. Lalu, melalui kekuatan pikiran positif menggerakkan kekuatan orang lain melalui sistem dan kultur yang memberi ruang kebebasan, untuk bertindak dalam batas – batas tanggung jawab yang telah disepakati bersama.
pemimpin yang baik yang diciptakan oleh sistem melalui proses yang panjang.
Pemimpin berjuang keras mengikuti jalan proses menuju kepemimpinan sejati yang andal, bahwa pemimpin yang terlahir dari jalan proses yang panjang akan memiliki kekuatan dalam bentuk kedewasaan pikiran dan perasaan yang hebat. Dia selalu menjadi pribadi pembelajar yang setia dengan pikiran, perasaan, dan tindakan positif.
Pemimpin yang hebat tidak akan duduk tenang sambil memerintah melalui kekuatan hierarki jabatan, tapi dia memimpin dengan sikap yang tegas, lugas, dan jelas. Lalu, melalui kekuatan pikiran positif menggerakkan kekuatan orang lain melalui sistem dan kultur yang memberi ruang kebebasan, untuk bertindak dalam batas – batas tanggung jawab yang telah disepakati bersama.
pemimpin yang baik yang diciptakan oleh sistem melalui proses yang panjang.]
No comments:
Post a Comment